
Meski untuk saat ini wilayah endemik Malaria berada di kawasan Indonesia bagian Timur, terutama Papua, namun masyarakat Kota Batik diminta untuk tetap waspada.
Sebab, sejumlah potensi kunjungan warga dari Indonesia Timur ke wilayah Kota Pekalongan masih bisa terjadi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan setempat, dokter Tuti Widayanti, kepada Radio Kota Batik mengatakan, meski waspada, namun masyarakat tidak perlu khawatir penyakit malaria, sebab dengan pengobatanrutin hingga pasien sembuh diberikan secara gratis oleh Pemkot.
Sejumlah daerah endemik tersebut merupakan daerah rawa-rawa atau daerah lembab, yang potensi berkembangnya nyamuk penyebab malaria cukup besar. Sementara Kota Pekalongan merupakan daerah pantai yang lebih panas udaranya.
(Tri Handayani - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4807 |
Hits Hari ini |
: | 296 |
Pengunjung Online |
: | 1 |