
Sejak 20 tahun terakhir Kota Pekalongan telah dinyatakan Kementerian Kesehatan sebagai daerah terbebas atau sukses mencapai eliminasi penyakit malaria.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan setempat dokter Tuti Widayanti saat dialog Kesehatan di Radio Kota Batik.
Menurut dokter Tuti, saat itu diakui memang masih ditemukan sejumlah penderita malaria karena gigitan nyamuk Anopheles betina, namun setelah dilakukan pengobatan rutin bisa disembuhkan.
Selain itu, ditemukan dari penderita yang sebelumnya berdomisili di wilayah Indonesia Timur, wilayah endemik malaria kemudian kembali ke Pekalongan.
Kepada Radio Kota Batik dokter Tuti mengungkapkan pengobatan untuk penyakit malaria dilakukan dengan rutin mengkonsumsi paket obat dalam jangka waktu tertentu.
Dokter Tuti menghimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke wilayah endemik Malaria di Indonesia Timur terutama diantaranya Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi dan Nusa Tenggara, sebelumnya harus minum obat untuk pencegahannya.
(Tri Handayani - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4917 |
Hits Hari ini |
: | 2451 |
Pengunjung Online |
: | 1 |