Banjir yang kembali melanda Kota Pekalongan, membuat Pemkot membentuk Kampung Siaga Bencana atau KSB, Sebagai upaya menyelamatkan dan mengevakuasi warga, khususnya para wanita, lansia dan wanita hamil saat terjadi bencana.
Selain itu, secara tanggap mereka segera mendirikan dapur umum, untuk kebutuhan konsumsi bagi warga yang terdampak banjir. Selain itu, juga ada tim Layanan Dukungan Psikososial atau LDP, yang berusaha menenangkan warga agar tidak panik terhadap bencana tersebut.
Begitulah sedikit simulasi tugas dari tim KSB dan LDP periode 2018 – 2021, yang secara resmi dikukuhkan oleh Wali Kota Saelany Machfudh, pada Senin 14 Mei 2018, di Kantor Kelurahan Kandang Panjang, Kecamatan Pekalongan Utara.
Menurut Wali Kota, dengan adanya KSB dan LDP yang terus dilatih, maka penolangan kepada masyarakat saat ada bencana bisa lebih terorganisir.
Kepada Radio Kota Batik, Wali Kota mengatakan, tim tersebut memang sudah dibutuhkan, karena Kota Pekalongan sudah termasuk daerah rawan bencana, khususnya banjir dan rob.
Sementara itu, Kabid Rehabilitasi, Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinsos P2KB, Amri Chusniyati menjelaskan, KSB dan LDP merupakan kumpulan dari relawan yang mewakili kelurahan yang ada di Kota Pekalongan.
Menurut Amri Chusniati, mereka akan bertugas untuk mendampingi dan membantu masyarakat, baik saat tanggap darurat bencana maupun pasca bencana.
Amri menambahkan, para relawan yang tergabung dalam KSB dan LDP harus mempersiapkan diri dan siap siaga setiap waktu, sehingga bisa segera bergerak untuk menolong masyarakat saat terjadi bencana.
(Kharisma - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4807 |
Hits Hari ini |
: | 200 |
Pengunjung Online |
: | 1 |