
Dinas Kesehatan Kota Pekalongan menghimbau warga setempat untuk selektif dan jeli dalam memilih, membeli, dan mengkonsumsi takjil. Jangan sampai takjil yang dikonsumsi mengandung bahan berbahaya yang bukan merupakan bahan makanan.
Kepada Radio Kota Batik Kepala Seksie Kefarmasian dan Alat Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Andri Wibowo menghimbau masyarakat untuk memilih takjil dengan bahan alami yang biasanya mempunyai warna yang memang sedikit kusam. Karena bahan berbahaya seperti rodamin justru membuat warna makanan menjadi sangat bagus dan mengundang selera.
Kemudian juga hati-hati terhadap makanan yang tidak dihinggapi lalat walaupun banyak lalat disekitarnya. Karena makanan yang mengandung formalin memang dijauhi oleh lalat.
Sementara makanan yang cenderung sangat kenyal dan tidak mudah hancur patut dicurigai mengandung boraks.
Andri Wibowo menambahkan, saran tersebut memang sekarang tidak bisa secara mutlak dijadikan patokan makanan yang mengandung bahan berbahaya atau tidak. Namun masyarakat tetap harus berhati-hati jangan sampai mengkonsumsi makanan seperti itu.
Karena bahan-bahan berbahaya tersebut mempunyai kecenderungan karsinogenik atau secara jangka panjang bisa mengakibatkan kanker. Sementara efek jangka pendek biasanya adalah gangguan fungsi perncernaan, iritasi tengorokan, dan sebagainya. (Amy Priyono W - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4813 |
Hits Hari ini |
: | 4140 |
Pengunjung Online |
: | 1 |