Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Tegal menyatakan, untuk saat ini wilayah Pantura Pekalongan telah memasuki musim kemarau.
Namun tidak menutup kemungkinan terjadinya hujan yang masih berpotensi turun mengguyur dengan intensitas yang ringan bahkan lebat.
Kepada Radio Kota Batik Prakirawan BMKG Tegal Sri Nurlatifah mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir ini sejumlah wilayah di Jawa diguyur hujan dengan intensitas lebat.
Hal itu disebabkan oleh adanya konfergensi atau pengumpulan masa udara di utara Jawa yang mempengaruhi pola aktifitas atmosfer, sehingga menyebabkan pertumbuhan awan konfektif penyebab hujan lebat.
Hal tersebut merata mempengaruhi sebagian besar wilayah Indonesia termasuk Tegal Selatan, serta Pekalongan Bagian Selatan. Pantauan cuaca tersebut masih akan terjadi dalam tiga hari kedepan.
Sri Nurlatifah menambahkan, hujan dikatakan ringan jika turunantara 0 hingga 20 milimeter dalam waktu 24 jam, kemudian intensitas sedang curahnya terukur antara 20 sampai 50 milimeter, dan hujan lebat antara 50 hingga 100 milimeter perhari. (Tri Handayani - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 2 |
Total Pengunjung |
: | 4890 |
Hits Hari ini |
: | 5992 |
Pengunjung Online |
: | 2 |