Pemerintah Kota Pekalongan pada tahun 2019 akan mengajukan usulan pada Pertamina untuk penambahan alokasi gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram atau naik 2% dari realisasi konsumsi selama tahun 2018.
Usulan tersebut sudah disampaikan lewat Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah yang akan ditindaklanjuti ke Kementrian ESDM guna pembagian alokasi ke seluruh daerah.
Kepada Radio Kota Batik Kabag Perekonomian Bety Dahfiani Dahlan mengungkapkan realisasi konsumsi gas 3 kilo selama tahun 2018 mencapai 4.179.100 tabung.
Sehingga tahun 2019 ini Pemkot akan mengajukan usulan sebesar 4.262.682 tabung atau naik 2 persen dari realisasi tahun 2018 .
Bety mengatakan selama tahun 2018 lalu tercatat kebutuhan gas 3 kilogran per bulannya rata-rata mencapai di atas 300.000 tabung.
Betty menjelaskan untuk pengawasan distribusi elipij bersubsidi ini di masyarakat Pemkot sudah mengatur Harga Eceran Tertinggi atau HET sampai di tingkat pangkalan yakni sebesar 15 ribu rupiah.
Betty menambahkan jumlah pangkalan yang ada di Kota Batik saat ini sekitar 210 pangkalan yang tersebar di empat kecamatan dinilai sudah cukup untuk menjangkau kebutuhan masyarakat .
(Kharisma - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4806 |
Hits Hari ini |
: | 2201 |
Pengunjung Online |
: | 1 |